TANAH BUMBU –Pelopornewskalimantan- Semangat Hari Kartini terasa begitu hidup di lingkungan TK Bunda Bersujud, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (25/4/2026). Suasana halaman sekolah dipenuhi warna-warni busana adat Nusantara, tawa ceria anak-anak, serta antusiasme para orang tua yang turut menyaksikan gelaran fashion show busana adat yang menjadi puncak peringatan Hari Kartini tahun ini.
Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya dan pembentukan karakter sejak usia dini ini berhasil mencuri perhatian. Puluhan anak tampil percaya diri mengenakan berbagai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari kebaya khas Jawa, baju adat Banjar, hingga busana tradisional dari Sumatera, Sulawesi, dan Papua.
Dengan langkah kecil namun penuh percaya diri, para peserta memperagakan busana adat di hadapan guru, orang tua, dan tamu undangan. Setiap penampilan tidak hanya menjadi hiburan yang mengesankan, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sejak dini.
Kepala TK Bunda Bersujud, Ibu Ely, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kemandirian, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia kepada anak-anak.
Menurutnya, pengenalan budaya harus dilakukan melalui pengalaman yang nyata dan menyenangkan agar anak-anak dapat memahami makna keberagaman bangsa secara lebih mendalam.

“Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya bangsa sejak kecil agar tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap warisan Indonesia. Kegiatan seperti ini juga melatih keberanian, kepercayaan diri, sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak,” ujarnya.
Sebanyak 30 pasangan ibu dan anak ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para ibu yang turut mendampingi anak-anak di atas panggung menjadi daya tarik tersendiri. Kekompakan mereka menciptakan suasana hangat, penuh kebersamaan, serta menghadirkan makna mendalam tentang peran perempuan dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Tak sedikit orang tua yang tampak haru dan bangga melihat putra-putri mereka tampil percaya diri di depan umum. Momen ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya membangun mental anak, tetapi juga memperkuat hubungan keluarga melalui aktivitas positif di lingkungan sekolah.
Penilaian dalam fashion show dilakukan berdasarkan kreativitas, keserasian busana, ekspresi, serta penampilan peserta di atas panggung. Dari hasil penilaian dewan juri, Keysa berhasil meraih juara pertama dengan penampilan yang dinilai paling memukau dan harmonis.
Posisi juara kedua diraih oleh Latip, disusul Bara di peringkat ketiga. Sementara itu, Aslan, Yasmin, dan Cyra Mecca masing-masing berhasil meraih juara harapan berkat penampilan mereka yang tak kalah menarik dan penuh semangat.
Antusiasme orang tua terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Mereka memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif, edukatif, sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.
Bagi para wali murid, kegiatan seperti ini sangat penting karena tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membantu membangun karakter, keberanian, kreativitas, serta kecintaan anak terhadap budaya lokal dan nasional.
Peringatan Hari Kartini di TK Bunda Bersujud tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui cara yang sederhana namun bermakna. Fashion show busana adat bukan sekadar ajang tampil, melainkan ruang belajar yang membentuk generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berbudaya, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia.
Melalui kegiatan ini, TK Bunda Bersujud kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga aktif mencetak generasi yang berkarakter kuat, memiliki jiwa nasionalisme, dan berakar kokoh pada nilai-nilai budaya bangsa.
Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, langkah kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa menjaga budaya dapat dimulai dari usia dini—dari ruang kelas, dari panggung sederhana, dan dari senyum anak-anak yang bangga mengenakan identitas bangsanya sendiri.”(Nata)













