Home / Tanah Bumbu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Cara Abdul Rahim, Ketua BK DPRD Tanah Bumbu, Mengingatkan Anggota

Tanah Bumbu -Pelopornewskalimantan.com“Apperri-perriki mae…” jawab Abdul Rahim saat mengangkat telepon genggamnya.

“Ngerti kada buhan pian artinya?” tanyanya ke kami sambil tersenyum.

“Itu artinya bergegaslah kemari,” lanjutnya.

Penjelasan itu langsung disambut tawa renyah para wartawan yang hadir di ruang tamu Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Rabu (7/10/2026).

Kalimat dalam bahasa Bugis itu rupanya bukan sekadar ucapan. Abdul Rahim sedang mengingatkan salah satu anggota DPRD agar segera menuju kantor karena Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Bumbu akan segera dimulai.

Dua hingga tiga kali kami menyaksikan langsung Abdul Rahim menghubungi anggota DPRD yang belum terlihat. Satu per satu ditelepon. Cara bicaranya santai, sesekali diselingi canda, tetapi maksudnya jelas: segera hadir sebelum rapat dimulai.

Sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanah Bumbu, perhatian terhadap kedisiplinan anggota memang menjadi bagian dari tugasnya.

“Kalau sudah ada agenda rapat, kita ingatkan teman-teman. Apalagi rapat paripurna, kehadiran anggota penting supaya kuorum terpenuhi,” ujarnya.

Bagi Abdul Rahim, mengingatkan sesama anggota bukan berarti menggurui.

“Bukan mau mengatur teman-teman. Kita hanya mengingatkan. Kita sama-sama punya tanggung jawab. Kalau sudah waktunya rapat, ya mari kita hadir,” katanya.

Abdul Rahim merupakan anggota DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Batulicin dan Simpang Empat.

Baca Juga :  Sidang Paripurna DPRD Tanah Bumbu Bahas LPj APBD 2025, Pemkab Catat WTP ke-13 dan SiLPA Rp1,34 Triliun

Setelah urusan menghubungi anggota selesai, Abdul Rahim tidak langsung beranjak menuju ruang paripurna. Ia masih duduk santai bersama awak media.

Obrolan berlangsung cair. Senyum dan canda beberapa kali terdengar. Dari suasana yang ringan itu, pembicaraan kemudian bergeser ke sejumlah persoalan yang dirasakan masyarakat.

Kelangkaan BBM, persoalan pasokan air bersih di tengah musim kemarau, hingga bullying menjadi bagian dari pembicaraan.

“Kalau masyarakat menyampaikan keluhan, kita harus dengarkan. Tidak semua bisa langsung selesai, tetapi jangan sampai masyarakat merasa tidak diperhatikan,” ujarnya.

Pembicaraan kemudian menyentuh Pulau Suwangi atau Pulau Sawangi, tanah kelahiran Abdul Rahim.

Pulau tersebut kini berstatus sebagai Taman Wisata Alam (TWA). Di tengah status kawasan konservasi itu, Abdul Rahim menyuarakan agar hak dan kepentingan masyarakat yang telah lama bermukim di sana tetap diperjuangkan.

Menurutnya, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti di tingkat daerah. Jika diperlukan, aspirasi masyarakat harus terus dibawa hingga ke pemerintah pusat.

“Ini harus terus kita perjuangkan. Jangan sampai masyarakat yang sudah lama tinggal di Pulau Suwangi kehilangan haknya. Kalau perlu kita bawa sampai ke pusat, supaya ada jalan keluar yang terbaik untuk masyarakat dan kawasan tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga :  Kepala Desa Baroqah Serahkan BLT, Pesan: Gunakan untuk Kebutuhan Prioritas

Bagi Abdul Rahim, menjaga kawasan dan memperhatikan masyarakat bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Keduanya harus dicari jalan keluarnya secara bersama, sehingga kelestarian kawasan tetap terjaga dan masyarakat yang telah lama hidup di sana tidak merasa kehilangan ruang hidupnya.

Pembicaraan kemudian beralih pada persoalan anak-anak, khususnya bullying.

Abdul Rahim mengingatkan agar tindakan yang sering dianggap sebagai candaan itu tidak dibiarkan apabila sudah membuat anak merasa tertekan atau tidak aman.

“Anak-anak harus merasa aman. Kalau ada bullying, jangan dibiarkan. Kita harus peduli dan berani mengingatkan,” tuturnya.

Waktu terus berjalan. Agenda rapat semakin dekat, sementara suasana di ruang Komisi II mulai berubah. Aktivitas anggota DPRD dan sejumlah pihak yang akan mengikuti rapat mulai terlihat.

Abdul Rahim akhirnya bersiap menuju ruang paripurna.

Pagi itu, kesibukannya terlihat sederhana. Menghubungi rekan-rekannya, mengingatkan agar hadir tepat waktu, kemudian menyempatkan diri mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

Dari satu panggilan telepon hingga obrolan santai bersama wartawan, terlihat sisi lain seorang Ketua BK DPRD Tanah Bumbu.

Ada cara sederhana yang ia pilih untuk menjalankan perannya: mengingatkan kawan dengan senyum, mendengarkan masyarakat dengan terbuka, dan membawa persoalan yang dianggap penting untuk terus diperjuangkan.”(Tim/Red)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Dua Raperda Inisiatif DPRD Tanah Bumbu Masuk Tahap Pembahasan

Tanah Bumbu

Ketua DPRD Tanah Bumbu Apresiasi Dukungan Bupati terhadap Dua Raperda Inisiatif

Tanah Bumbu

Ketua DPRD Tanah Bumbu Apresiasi Dukungan Bupati terhadap Dua Raperda Inisiatif

Tanah Bumbu

Doa Wakil ketua I DPRD Tanah Bumbu H. Hasanuddin Sampaikan HUT untuk AKP Tony Haryono: Sehat, Panjang Umur dan Terus Mengabdi

Tanah Bumbu

Sidang Paripurna DPRD Tanah Bumbu Ajukan Dua Raperda Inisiatif, Fokus pada Penanggulangan Kemiskinan dan Pengembangan SDM

Tanah Bumbu

Desa Pulau Burung, Aparatur Desa dan Warga Bersihkan Lingkungan

Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Duta Wisata Tanah Bumbu Jadi Penggerak Promosi Daerah

Tanah Bumbu

Launching Geopark Collaborative Governance, Perkuat Tata Kelola Lintas Perangkat Daerah