Home / Tanah Bumbu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Antrean Solar Bersubsidi di SPBU Jalan Simpang Tiga Pelabuhan Pery Batulicin Memanas, Sesama Pelangsir Terlibat Keributan, Salah Seorang Diduga Keluarkan Senjata Tajam

BATULICIN –Pelopornewskalimantan.com-19 Agustus 2026 -Antrean Solar bersubsidi di salah satu SPBU di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, disebut memanas dan berujung pada aksi kekerasan. Keributan tersebut diduga melibatkan dua orang yang oleh warga disebut sama-sama melakukan aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi.

Informasi mengenai kejadian itu diperoleh dari salah seorang warga yang mengaku menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Menurut keterangan saksi, keributan bermula di tengah antrean Solar bersubsidi. Situasi kemudian memanas setelah seorang pria berinisial W datang ke lokasi bersama empat orang lainnya.

Kedatangan W bersama empat orang tersebut kemudian disebut memicu ketegangan dengan seorang pria berinisial M yang berada di sekitar antrean.

Dalam situasi yang semakin tegang, W diduga mengeluarkan senjata tajam. Setelah itu terjadi tindakan fisik terhadap M. Kerah bajunya disebut ditarik hingga robek, sementara bagian lehernya mengalami luka. Kacamata yang dikenakannya juga disebut pecah.

“Yang saya lihat mereka sempat ribut. W datang bersama empat orang. W disebut mengeluarkan senjata tajam. Kemudian M ditarik bagian kerah bajunya sampai robek dan lehernya terluka. Kacamatanya juga pecah,” ujar warga yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut.

Saksi menegaskan, peristiwa itu tidak serta-merta dapat disebut sebagai pengeroyokan. Menurutnya, yang terlihat adalah W datang bersama empat orang lainnya, kemudian terjadi keributan dengan M dan berlanjut pada tindakan fisik.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Tanah Bumbu Soroti Kendala Anggaran dan Teknis di Dinas PUPR

Warga tersebut juga menyebut W dan M diduga sama-sama melakukan aktivitas pelangsiran Solar bersubsidi. Namun, dugaan mengenai aktivitas tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Kejadian itu menjadi perhatian karena persoalan antrean Solar bersubsidi kini tidak hanya menimbulkan keluhan masyarakat, tetapi mulai memunculkan gesekan hingga dugaan tindakan kekerasan di lapangan.

Seorang warga bahkan mengingatkan agar persoalan pelangsiran tidak dibiarkan terus berlangsung tanpa penanganan.

“Kalau pelangsiran ini dibiarkan terus-menerus, yang ada nanti saling bunuh,” kata warga tersebut.

Menurut warga, pengawasan terhadap distribusi Solar bersubsidi perlu diperketat. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari harus berhadapan dengan antrean panjang, sementara dugaan aktivitas pelangsiran masih berlangsung.

Persoalan distribusi BBM bersubsidi di Tanah Bumbu sebelumnya juga telah menjadi perhatian Komisi II DPRD Tanah Bumbu. Bahkan, DPRD telah dua kali menggelar rapat bersama Pertamina Regional Kalimantan Selatan, pengelola SPBU dan pihak terkait untuk membahas sulitnya masyarakat memperoleh Solar dan Pertalite.

Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, sebelumnya menyoroti dugaan masih maraknya praktik pelangsiran BBM bersubsidi di lapangan. Ia juga meminta agar distribusi BBM subsidi diawasi sehingga benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga :  Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Soroti Bullying dan Kekerasan terhadap Anak serta Perempuan : Ancaman Tersembunyi yang Perlu Penanganan Serius

Kondisi di lapangan kini kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Warga meminta Pertamina Regional Kalimantan Selatan lebih tegas melakukan pengawasan, terutama terhadap dugaan pembelian berulang dan praktik pelangsiran yang berpotensi merugikan masyarakat.

Pengelola SPBU juga dinilai perlu memperkuat pengaturan antrean serta pengawasan di lokasi agar persoalan distribusi BBM tidak berkembang menjadi konflik.

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan lagi sekadar sulitnya memperoleh Solar bersubsidi. Ketika antrean panjang, dugaan pelangsiran dan konflik mulai muncul bersamaan, kekhawatiran terhadap keamanan dan ketertiban di lokasi SPBU ikut meningkat.

Karena itu, warga meminta Pertamina mengevaluasi kondisi tersebut dan mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi.

Terkait dugaan penggunaan senjata tajam dan tindakan kekerasan dalam kejadian tersebut, kebenarannya masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat maupun aparat penegak hukum apabila telah terdapat laporan resmi.

Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak berinisial W, pihak berinisial M, pengelola SPBU, Pertamina Regional Kalimantan Selatan maupun pihak berwenang terkait peristiwa tersebut.”(Team)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Dinas Perikanan Tanah Bumbu Dorong Diversifikasi Olahan Ikan di Kuranji

Tanah Bumbu

Cara Abdul Rahim, Ketua BK DPRD Tanah Bumbu, Mengingatkan Anggota

Tanah Bumbu

Dua Raperda Inisiatif DPRD Tanah Bumbu Masuk Tahap Pembahasan

Tanah Bumbu

Ketua DPRD Tanah Bumbu Apresiasi Dukungan Bupati terhadap Dua Raperda Inisiatif

Tanah Bumbu

Ketua DPRD Tanah Bumbu Apresiasi Dukungan Bupati terhadap Dua Raperda Inisiatif

Tanah Bumbu

Doa Wakil ketua I DPRD Tanah Bumbu H. Hasanuddin Sampaikan HUT untuk AKP Tony Haryono: Sehat, Panjang Umur dan Terus Mengabdi

Tanah Bumbu

Sidang Paripurna DPRD Tanah Bumbu Ajukan Dua Raperda Inisiatif, Fokus pada Penanggulangan Kemiskinan dan Pengembangan SDM

Tanah Bumbu

Desa Pulau Burung, Aparatur Desa dan Warga Bersihkan Lingkungan