Home / Pendidikan

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:33 WIB

Tradisi Spiritual Kesultanan Banjar: Setiap Sulthon Dibimbing Guru Murabbi Mursyid

BANJARMASIN —PeloporNews Kalimantan- 11 Januari 2026 -Kesultanan Banjar dikenal bukan hanya sebagai entitas politik di masa lampau, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki akar spiritual dan keagamaan yang sangat kuat. Dalam catatan tradisi Kesultanan Banjar, setiap Sulthon yang pernah memerintah diyakini memiliki seorang guru pembimbing spiritual atau yang dikenal sebagai Murabbi Mursyid, sosok ulama yang membimbing perjalanan batin, keilmuan, dan kepemimpinan sang Sulthon.

Tradisi ini dipandang sebagai fondasi utama kepemimpinan Banjar, di mana seorang penguasa tidak hanya dituntut adil dan bijaksana secara administratif, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam. Dalam catatan Pedatuan Kesultanan Banjar, disebutkan bahwa hubungan antara Sulthon dan Murabbi Mursyid menjadi penopang utama kewibawaan dan keberkahan kepemimpinan.

Daftar Sulthon Banjar dan Guru Murabbi Mursyidnya
Berdasarkan catatan sejarah dan tradisi lisan Kesultanan Banjar, berikut adalah sejumlah Sulthon Banjar beserta guru Murabbi Mursyid yang membimbing mereka:

Sulthon Suriansyah — dibimbing oleh Sayed Abdurrahman Ma’ruf Sulaiman

Sulthon Rahmatullah — dibimbing oleh Sayed Abdurrahman Ma’ruf Sulaiman

Sulthon Hidayatullah — dibimbing oleh Sayed Muhammad

Sulthon Mustainbillah — dibimbing oleh Sayed Ibrahim Ja’far Aminullah

Baca Juga :  Aman Bersekolah :Usulan Bus Sekolah Untuk Melindungi Genderasi Masa Depan

Sulthon Inayatullah — dibimbing oleh Sayed Ibrahim Ja’far Aminullah

Sulthon Sa’idillah — dibimbing oleh Sayed Mahmud Hasan

Sulthon Tahlilullah — dibimbing oleh Sayed Mahmud Hasan

Sulthon Tahmidullah — dibimbing oleh Sayed Abu Bakar

Sulthon Hamidullah — dibimbing oleh Sayed Abu Bakar

Sulthon Tamjidillah — dibimbing oleh Sayed Abu Bakar

Sulthon Tahmidillah — dibimbing oleh Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sulthon Sulaiman Rahmatullah — dibimbing oleh Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sulthon Adam Al-Wasiqubillah — dibimbing oleh Khalifah Syekh Sahabuddin

Sulthon Abdurrahman — dibimbing oleh Syekh Muhammad Arsyad Pagatan

Sulthon Hidayatullah Halilullah — dibimbing oleh Syekh Qadhi Haji Mahmud

Catatan lain menyebutkan adanya petuah turun-temurun di kalangan bangsawan Banjar:

“Sulthon Banjar itu wajib memiliki guru Murabbi Mursyid. Bila tidak, maka berbahaya bagi kepemimpinannya,” demikian petuah yang dinisbatkan kepada para pendahulu.

Prosesi Spiritual Penobatan Sulthon Banjar
Dalam tradisi Kesultanan Banjar, penobatan seorang Sulthon tidak hanya bersifat simbolik-politik. Terdapat prosesi spiritual yang sarat makna, salah satunya adalah khataman dan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama (badarau) sebelum penobatan dilakukan.

Prosesi ini dimaknai sebagai ikrar bahwa seorang Sulthon akan memimpin dengan berlandaskan Al-Qur’an dan ajaran Islam. Tradisi lisan menyebutkan bahwa seorang Sulthon yang menjauh dari nilai-nilai Al-Qur’an akan kehilangan keberkahan kepemimpinannya.

Baca Juga :  MTQ ke-23 Simpang Empat Resmi Ditutup, Bupati Tanah Bumbu Tekankan Al-Qur’an sebagai Landasan Pembentukan Generasi Berakhlak

Karomah dan Kepercayaan Masyarakat
Dalam pandangan masyarakat Banjar, para Sulthon yang memegang teguh ajaran Al-Qur’an dan bimbingan Murabbi Mursyid diyakini memiliki karamah, atau keistimewaan spiritual. Kepercayaan ini hidup sebagai bagian dari warisan budaya dan religius masyarakat Banjar, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Para sejarawan dan budayawan menilai bahwa tradisi ini mencerminkan kuatnya integrasi antara kekuasaan, agama, dan moralitas dalam sistem pemerintahan Kesultanan Banjar pada masanya.

Warisan Nilai untuk Generasi Kini
Meski Kesultanan Banjar kini tidak lagi berkuasa secara politik, nilai-nilai spiritual yang diwariskan tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Tradisi menjunjung tinggi ilmu, adab, dan bimbingan ulama dipandang sebagai warisan penting yang relevan hingga hari ini.

Catatan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan, dalam tradisi Banjar, tidak hanya diukur dari kekuatan dan kekuasaan, tetapi juga dari kedalaman ilmu, keteguhan iman, dan bimbingan para guru.

Catatan Pedatuan Kesultanan Banjar (Team)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Bangun Budaya Baca Sejak Dini, Dispersip Kotabaru Gelar Story Telling Bersama PT Arutmin

Pendidikan

Serunya Anak TK Mengenal Literasi Lewat Cerita Kura-Kura dan Monyet

Pendidikan

Jejak Ulama Besar Keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Syekh Ali Junaidi Berau

Pendidikan

Wali Katum, Sang Wali Tersembunyi dari Tabu Darat: Kisah Zuhud Gt.Muhammad Ramli yang Terus Dikenang

Pendidikan

Haul ke-208 Sultan Sulaiman Rahmatullah: Mengenang Raja Banjar ke-13 yang Dikenal Alim, Bijaksana dan Menjunjung Keadilan

Pendidikan

MTQ ke-23 Simpang Empat Resmi Ditutup, Bupati Tanah Bumbu Tekankan Al-Qur’an sebagai Landasan Pembentukan Generasi Berakhlak

Pendidikan

Pangeran Hidayatullah, Pejuang Banjar yang Dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 1999

Pendidikan

Sekolah Ar Rasyid Sukses Gelar Imunisasi Campak, Siswa Antusias Ikuti Program BIAS