KOTABARU – PeloporNews Kalimantan – Suasana riang dan tawa anak-anak memenuhi ruang Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotabaru, Kamis (23/10). Di tengah rak buku yang tertata rapi dan warna-warni gambar edukatif, puluhan anak dari berbagai Taman Kanak-Kanak (TK) tampak antusias mengikuti kegiatan “Kelas Literasi dan Bercerita Anak” yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi sejak dini melalui aktivitas yang interaktif dan menyenangkan. Tak hanya anak-anak, para guru pendamping dan orang tua juga ikut larut dalam keceriaan yang dipenuhi semangat belajar dan imajinasi.
Tiga sekolah TK yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain TK Pelita Jaya, TK Tunas Kelapa, dan TK Tunas Rimba 3 — masing-masing membawa semangat dan antusiasme khas anak-anak usia dini.
TK Pelita Jaya, berdiri sejak 2009, berlokasi di Jalan Nelayan RT 02 Desa Hilir Muara, dengan 23 murid dan 5 guru pendamping.
TK Tunas Kelapa, berdiri sejak 1996 di Jalan Berangas KM 2,5 (Pulau Laut Sigam), memiliki 18 murid dan 6 guru pendamping.
TK Tunas Rimba 3, berdiri sejak 1979, beralamat di Jalan Raya Stagen KM 11 RT 04, dengan 28 murid dan 6 guru pendamping.
Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari pustakawan Kak Tia, yang mengajak anak-anak bernyanyi sambil mengenal manfaat membaca. Gelak tawa dan tepuk tangan kecil menggema di ruangan saat Kak Tia membuka sesi bercerita dengan kisah berjudul “Kungkang yang Suka Membaca”, salah satu koleksi buku anak favorit di perpustakaan.
Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa membaca bukan hanya kegiatan belajar, tetapi juga jendela menuju dunia penuh pengetahuan dan keseruan.
“Kalau bosan, ayo datang ke perpustakaan! Di sini bisa membaca, bermain, dan belajar bersama teman-teman,” ujar Kak Tia penuh semangat, disambut sorak dan tawa anak-anak yang antusias mendengarkan.

Salah satu guru pendamping sekaligus Kepala Sekolah TK Pelita Jaya, Yuniatin Fiati Ningsih, S.Pd.AUD, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut.
“Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas kegiatan ini. Ini sangat bagus untuk menambah pengetahuan anak-anak kami, terutama dalam menumbuhkan minat baca sejak dini. Semoga terus berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dispersip Kotabaru, Asriady Sulaiman, mewakili Kepala Dinas, turut menyerahkan piagam penghargaan kepada sekolah-sekolah peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
“Selamat datang dan terima kasih sudah berhadir di perpustakaan. Semoga kunjungan ini dapat menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita,” ungkap Asriady dalam sambutannya.
Selain sesi bercerita, para orang tua dan wali murid juga mendapatkan sosialisasi budaya baca dan literasi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari program strategis Dispersip Kotabaru dalam mewujudkan pembudayaan gemar membaca menuju Kabupaten Kotabaru yang Literat Tahun 2025.
Kegiatan ditutup dengan sesi bernyanyi dan bermain bersama pustakawan. Keceriaan terlihat jelas di wajah anak-anak yang pulang dengan membawa cerita baru — bukan hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman berharga yang akan mereka kenang.
Kelas literasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa menanamkan cinta membaca sejak dini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan tanggung jawab bersama — agar generasi masa depan tumbuh cerdas, kreatif, dan berkarakter.”
(Ril/Nata)













