Home / Pendidikan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:59 WIB

Makam Pangeran Husin Mangkubumi Nata, Jejak Sejarah Kesultanan Banjar

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Banjarmasin -PeloporNews Kalimantan – 14 Januari 2026- Makam Pangeran Husin Mangkubumi Nata bin Sultan Sulaiman Rahmatullah menjadi salah satu situs bersejarah penting yang menyimpan kisah panjang perjuangan dan jejak kekuasaan Kesultanan Banjar. Sosok Pangeran Husin bukanlah tokoh biasa. Ia merupakan kakek dari Pangeran Hidayatullah, Raja Terakhir Kesultanan Banjar, yang kemudian dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda ke Cianjur, Jawa Barat.

Berdasarkan catatan sejarah, kawasan di sekitar makam tersebut dulunya merupakan pusat aktivitas keluarga bangsawan Kesultanan Banjar. Tidak jauh dari lokasi makam, pernah berdiri rumah kediaman Pangeran Husin Mangkubumi Nata. Di rumah inilah, pada tahun 1822 Masehi, lahir seorang tokoh penting dalam sejarah Kalimantan Selatan, yakni Pangeran Hidayatullah.

Baca Juga :  Pengukuhan dan Pelepasan Siswa-Siswi SMKS Tunas Bangsa Angkatan Ke-17 Tahun 2024

Namun, jejak fisik rumah bersejarah itu kini tak lagi dapat ditemukan. Rumah kediaman Pangeran Husin Mangkubumi Nata dibumihanguskan oleh pasukan kolonial Belanda pada masa Perang Banjar, sebuah konflik besar yang menandai perlawanan rakyat Banjar terhadap penjajahan. Penghancuran tersebut menjadi bagian dari strategi Belanda untuk melemahkan kekuatan simbolik dan politik Kesultanan Banjar.

Kendati bangunan bersejarah itu telah musnah, ingatan kolektif masyarakat terhadap peristiwa penting di kawasan tersebut tetap terjaga. Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan peran Pangeran Hidayatullah dalam sejarah Kesultanan Banjar, pemerintah setempat kemudian menamai kawasan tersebut sebagai Jalan Pangeran Hidayatullah. Penamaan ini menjadi penanda sejarah sekaligus pengingat bahwa kawasan tersebut pernah menjadi tempat lahir seorang raja terakhir yang gigih melawan dominasi kolonial.

Baca Juga :  Edukasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Uniska: Dampak Gawai pada Anak SD

Keberadaan makam Pangeran Husin Mangkubumi Nata hingga kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang bangsawan Kesultanan Banjar, tetapi juga sebagai simbol penting perjalanan sejarah, identitas, dan perjuangan masyarakat Banjar. Situs ini diharapkan dapat terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan sejarah agar generasi mendatang dapat memahami akar sejarah daerah serta perjuangan para pendahulu mereka.

Dengan menjaga dan merawat situs-situs bersejarah seperti makam Pangeran Husin Mangkubumi Nata, masyarakat tidak hanya melestarikan bangunan fisik, tetapi juga merawat nilai-nilai sejarah, budaya, dan jati diri bangsa yang lahir dari perjalanan panjang melawan penjajahan.(Team)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Jejak Sejarah di Martapura: Makam Pangeran Syarif Alwi dan Ratu Sekar Sari, Penghubung Banjar–Pontianak

Pendidikan

Tradisi Spiritual Kesultanan Banjar: Setiap Sulthon Dibimbing Guru Murabbi Mursyid

Pendidikan

Haul Guru Sekumpul ke-21 Kembali Padati Martapura, Jutaan Jamaah Tumpah Ruah dari Dalam dan Luar Negeri

Pendidikan

107 Lansia Ikuti Wisuda Sekolah Lansia S1 dan S2 Kabupaten Kotabaru Tahun 2025

Pendidikan

Jamaah MT Al Madad Tanah Bumbu Ziarah ke Makam Abah Guru Sekumpul, Lanjut Ikuti Kajian Hati Bersama Ustadz Hilman Fauzi

Pendidikan

Ulama Kharismatik Kalimantan Selatan, Abuya KH. Syukri Unus Wafat: Banua Berduka

Pendidikan

Abdul Rahim H. Saleng Apresiasi Peran Guru di Momen Hari Guru Nasional 2025

Pendidikan

Pangeran Syarif Nata Kusuma: Ulama Hadramaut yang Menjadi Menantu Sultan Adam dan Tokoh Penting Kesultanan Banjar