Banjarmasin – Pelopor News Kalimantan – 6 Agustus 2024 – Minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap fasilitas pendidikan kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kondisi SDN Mali-Mali, yang dinilai sangat memprihatinkan, menjadi contoh nyata. Meskipun pemerintah sering menekankan pentingnya pendidikan, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Sekolah yang terletak jauh dari pusat kota ini mengalami kekurangan fasilitas dasar, termasuk tempat bermain dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
Orang tua murid dan warga sekitar terus mengeluhkan minimnya perhatian terhadap fasilitas MCK yang telah direnovasi sejak 2022, namun hingga kini belum tersedia. Para guru juga merasakan kesulitan besar karena ketiadaan MCK memaksa mereka dan murid menggunakan fasilitas musholla yang jaraknya cukup jauh atau bahkan menggunakan MCK milik tetangga.

Ketua LSM Forum Peduli Kesejahteraan Masyarakat (FPKM), Riduansyah, mengunjungi sekolah tersebut pada Selasa, 5 Agustus 2024. Ia diterima langsung oleh Kepala Sekolah Parni, yang membenarkan ketiadaan fasilitas MCK dan mengungkapkan rasa malunya setiap kali ada kunjungan dari dinas maupun masyarakat.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi SDN Mali-Mali. Fasilitas yang seharusnya ada seperti MCK malah hilang setelah renovasi. Saya berharap pemerintah daerah, khususnya Kepala Daerah Kabupaten Banjar, dapat meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah di sini untuk memastikan pembangunan yang lebih baik dan layak,” ujar Riduan syah.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan merupakan hasil dari pajak dan kontribusi masyarakat, sehingga sudah seharusnya masyarakat mendapatkan hasil pembangunan yang adil dan sesuai dengan Undang-Undang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan di Kabupaten Banjar
Riduan syah berharap agar perhatian terhadap fasilitas pendidikan, terutama di daerah terpencil, dapat ditingkatkan. Fasilitas yang memadai sangat penting untuk mendukung perkembangan dan kenyamanan siswa dalam belajar. Ia mengingatkan bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa.
Kritik dan saran dari berbagai pihak diharapkan dapat membuka mata pemerintah daerah untuk lebih serius dalam menangani masalah ini, demi kemajuan pendidikan yang merata dan berkualitas di Kabupaten Banjar. (Nata/Team)