Home / Pendidikan

Jumat, 7 November 2025 - 19:51 WIB

Anggota DPRD Tanah Bumbu Abdul Rahim Dorong Kampanye Anti-Bullying di Sekolah: Wujudkan Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Inklusif

Tanah Bumbu, PeloporNews Kalimantan — Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, menyerukan pentingnya gerakan kampanye anti-bullying di seluruh satuan pendidikan. Seruan ini disampaikannya menyusul meningkatnya kasus perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan dinilai dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis peserta didik.

Politisi dari PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanah Bumbu itu menilai bahwa fenomena bullying tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, tindakan perundungan—baik dalam bentuk verbal, sosial, maupun fisik—dapat merusak kepercayaan diri siswa dan mengganggu semangat belajar mereka.

“Saat ini banyak kasus perundungan yang terjadi di sekolah, mulai dari ejekan verbal hingga tindakan fisik yang meninggalkan luka batin mendalam bagi korban. Karena itu, sudah saatnya kita bertindak bersama untuk menghentikan budaya negatif ini,” ujar Abdul Rahim saat ditemui awak media di ruang Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Rabu (5/11/2025).

Abdul Rahim mengusulkan agar kampanye anti-bullying digalakkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga pesantren, khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Kampanye ini akan mengusung pendekatan partisipatif-edukatif, di mana guru, mahasiswa, dan komunitas pendidikan berperan aktif sebagai fasilitator serta motivator dalam memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan.

Baca Juga :  Dua Mahasiswa Politeknik Batulicin Raih Prestasi di Lomba Karya Ilmiah Nasional

“Tujuannya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Anak-anak harus merasa terlindungi agar dapat tumbuh dan belajar dengan bahagia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahim mendorong agar mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut berperan dalam menyebarkan pesan anti-bullying, baik melalui kegiatan langsung di sekolah maupun lewat media sosial.
Ia menilai bahwa media digital menjadi saluran efektif untuk menjangkau generasi muda yang aktif menggunakan platform seperti Instagram dan TikTok.

“Mahasiswa bisa membuat konten edukatif, video pendek, dan poster digital yang menjelaskan bahaya bullying serta pentingnya menghargai sesama. Dengan begitu, pesan kampanye bisa tersebar luas dan menjangkau masyarakat di luar lingkungan sekolah,” tambahnya.

Meningkatkan Kesadaran dan Empati
Dari hasil kegiatan kampanye yang telah dilakukan di beberapa sekolah, diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap bentuk dan dampak bullying meningkat secara signifikan. Banyak siswa mulai menunjukkan sikap empati dan saling menghormati di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Jejak Sultan Rahmatullah: Pemimpin Bijak yang Menyatukan Iman dan Pemerintahan di Kesultanan Banjar

“Kita bersyukur, semakin banyak siswa yang kini berani melawan perundungan dan memilih menjadi bagian dari solusi, bukan pelaku. Ini pertanda baik bagi masa depan pendidikan yang lebih manusiawi,” ungkapnya.

Abdul Rahim menilai bahwa kampanye anti-bullying bukan sekadar program sementara, melainkan gerakan moral yang harus terus berlanjut. Ia berharap kolaborasi antara DPRD, Dinas Pendidikan, sekolah, dan perguruan tinggi dapat memperkuat gerakan ini secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah. Harapannya, sekolah-sekolah lain juga terinspirasi untuk melaksanakan kegiatan serupa, sehingga pesan anti-bullying bisa menyebar lebih luas di kalangan pelajar,” pungkasnya.

Gerakan kampanye anti-bullying yang diinisiasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, inklusif, dan berkarakter. Melalui edukasi dan keteladanan, diharapkan generasi muda Tanah Bumbu dapat tumbuh sebagai pelajar yang berani, berempati, dan saling menghormati satu sama lain.”(Nata/Team)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Bangun Budaya Baca Sejak Dini, Dispersip Kotabaru Gelar Story Telling Bersama PT Arutmin

Pendidikan

Serunya Anak TK Mengenal Literasi Lewat Cerita Kura-Kura dan Monyet

Pendidikan

Jejak Ulama Besar Keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Syekh Ali Junaidi Berau

Pendidikan

Wali Katum, Sang Wali Tersembunyi dari Tabu Darat: Kisah Zuhud Gt.Muhammad Ramli yang Terus Dikenang

Pendidikan

Haul ke-208 Sultan Sulaiman Rahmatullah: Mengenang Raja Banjar ke-13 yang Dikenal Alim, Bijaksana dan Menjunjung Keadilan

Pendidikan

MTQ ke-23 Simpang Empat Resmi Ditutup, Bupati Tanah Bumbu Tekankan Al-Qur’an sebagai Landasan Pembentukan Generasi Berakhlak

Pendidikan

Pangeran Hidayatullah, Pejuang Banjar yang Dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 1999

Pendidikan

Sekolah Ar Rasyid Sukses Gelar Imunisasi Campak, Siswa Antusias Ikuti Program BIAS