Home / Tanah Bumbu

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Bupati Tanah Bumbu Buka Aksi Bejual Wadai Ramadan ,Sekaligus Luncurkan Program Modal Usaha Tanpa Bunga untuk UMKM, Bunga Ditanggung Pemkab

Tanah Bumbu –PeloporNewskalimantan– Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menyiapkan program permodalan tanpa bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, saat membuka Pasar Wadai Ramadan bertajuk Aksi Bejual Wadai, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bunga pinjaman dalam program tersebut akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Jadi, bunganya nanti Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang membayarkan,” ujar Andi Rudi Latif di hadapan para pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir.

Program ini direncanakan akan diluncurkan melalui kerja sama dengan Bank Kalsel. Pemerintah daerah berharap skema pembiayaan ini dapat menjadi solusi konkret bagi pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses permodalan dengan bunga ringan.

Menurut Bupati, kebijakan tersebut juga menjadi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal maupun berbunga tinggi yang dinilai meresahkan.

“Program ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden, Prabowo Subianto, agar masyarakat terhindar dari transaksi pinjaman online yang meresahkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa praktik pinjam-meminjam pada dasarnya tidak menjadi persoalan, selama dilakukan dengan skema yang adil dan tidak memberatkan.

Baca Juga :  Rapat Kerja Komisi I DPRD : Kekurangan Guru Jadi Sorotan, DPRD Tanah Bumbu Bahas Solusi Bersama Dinas Pendidikan

“Sebenarnya pinjam-meminjam tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan adalah ketika bunganya terlalu tinggi dan membebani masyarakat,” ujarnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Tanah Bumbu, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih sehat, aman, dan terjangkau.

Aksi Bejual Wadai, Ruang Bertemunya Budaya, Ekonomi, dan Spiritualitas
Pada kesempatan yang sama, Bupati Andi Rudi Latif secara resmi membuka Pasar Wadai Ramadan yang tahun ini mengusung nama Aksi Bejual Wadai. Kegiatan tersebut digelar di halaman depan Masjid Agung Al Falah Tanah Bumbu.

Pasar Wadai merupakan tradisi khas Ramadan yang telah lama tumbuh dan berkembang di Kalimantan Selatan, termasuk di Kabupaten Tanah Bumbu. Bupati menyebut tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

“Pasar Wadai Ramadan adalah tradisi unik dan bersejarah. Tradisi ini tumbuh dari nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat berbagi yang hidup di tengah masyarakat,” ucapnya.

Beragam makanan dan minuman khas Ramadan ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Setiap “wadai” atau kue tradisional yang dijajakan tidak hanya menjadi sajian berbuka puasa, tetapi juga merepresentasikan warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga :  Menutup Tahun 2024, Desa Gunung Meranti Gelar Tradisi Cuci Kaki Ibu di Masjid Tajur

“Setiap wadai yang tersaji mengandung cerita, nilai sejarah, serta warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” tambahnya.

Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Pemkab Tanah Bumbu menyatakan komitmennya untuk terus melestarikan tradisi Pasar Wadai sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Aksi Bejual Wadai tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wadah promosi bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk menampilkan kreativitas produk lokal mereka. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu menarik minat masyarakat luas serta wisatawan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan warga.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk menampilkan kreativitas produk-produk lokalnya,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, perputaran ekonomi yang tercipta selama Ramadan diharapkan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan di Tanah Bumbu.

“Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi fondasi dalam menggerakkan sektor ekonomi berbasis potensi daerah,” imbuhnya.

Dengan kombinasi antara program permodalan tanpa bunga dan penguatan sektor UMKM melalui kegiatan budaya seperti Aksi Bejual Wadai, Pemkab Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat kecil.”( Team)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Warga Buluh Kuning Tolak Bantuan Fisik , Desak PT Pelsart Tambang Kencana Cairkan Berupa Uang Tunai

Tanah Bumbu

Asap Misterius Membumbung dari Perut Tambang di Satui Barat, Warga Tanah Bumbu Cemas: Ancaman Tersembunyi di Kilometer 171?

Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Gelar RDP, Bahas Perbedaan Data Lahan Terdampak Limbah di Sebamban Baru

Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Tabur Bunga di TMP Pagatan :Teguhkan Komitmen Lanjutkan Semangat Juang Pahlawan

Tanah Bumbu

Jejak Sejarah Suku Bugis dan Makam Ulama Besar Abad ke 19 di Pulau Sawangi yang kini Menanti Perhatian

Tanah Bumbu

Ketua Badan Kehormatan (BK )DPRD Tanah Bumbu Ingatkan Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal, Generasi Muda Diminta Waspada

Tanah Bumbu

Semarak Sambut Ramadhan 1447 H, 1.300 Keluarga Besar Madrasah Darul Azhar Gelar Pawai Ta’aruf di Tanah Bumbu

Tanah Bumbu

Pra Musrenbang Kecamatan Simpang Empat 2026 Fokus Tekan Stunting, Siapkan Perencanaan Matang untuk 2027