Home / Tanah Bumbu

Senin, 16 Februari 2026 - 13:09 WIB

Jejak Sejarah Suku Bugis dan Makam Ulama Besar Abad ke 19 di Pulau Sawangi yang kini Menanti Perhatian

Tanah Bumbu -PeloporNewskalimantan –Pulau Suwangi, sebuah pulau kecil berpenghuni yang terletak di Selat Pulau Laut, menyimpan jejak sejarah panjang peradaban pesisir di Kalimantan Selatan. Pulau ini secara administratif masuk dalam wilayah Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.”(16/2/2026)

Mayoritas penduduk Pulau Suwangi berasal dari suku Bugis yang telah bermukim secara turun-temurun sejak awal abad ke-19, sekitar tahun 1800-an. Hingga kini, keturunan mereka telah mencapai generasi ketujuh. Kehidupan masyarakat pulau sangat bergantung pada sektor alam, dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan, petani, pekebun, penjual air  bersih untuk minum dan mandi  yang di hasilkan dari sumber mata air pulau suwangi  serta petambak ikan dan udang ,

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk Pulau Suwangi terus menyusut. Saat ini, hanya sekitar 25 kepala keluarga yang masih bertahan. Banyak warga memilih meninggalkan pulau tersebut akibat minimnya fasilitas dasar, seperti belum tersedianya listrik PLN, sekolah formal, akses jalan yang layak, serta terbatasnya sarana transportasi laut.

Kondisi tersebut semakin diperparah ketika Pulau Suwangi sempat ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh Departemen Kehutanan, yang membatasi aktivitas dan pembangunan. Meski demikian, sejak 11 Oktober 2019, status kawasan ini resmi berubah menjadi Taman Wisata Alam (TWA), membuka peluang baru bagi pengembangan berbasis konservasi dan pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga :  Bupati Tanah Bumbu dr. H.M Zairullah Azhar Ciptakan Suasana Sakinah di TPS Bersama Masyarakat pada Pemilihan Presiden 2024

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, Pulau Suwangi menyimpan potensi alam yang sangat kaya. Di sisi timur dan barat pulau, terdapat perkebunan karet, serta beragam pohon buah seperti mangga, durian, rambutan, ramania, rambai, dan binjai. Bahkan, sejumlah pohon durian dan binjai di pulau ini diperkirakan telah berusia ratusan tahun, menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah pulau tersebut.

Tak hanya kekayaan alam, Pulau Suwangi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Terdapat ratusan makam muslimin, termasuk sebuah makam keramat yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang ulama besar bernama Sayid Sholeh atau Habib Sholeh, yang diperkirakan wafat dan dimakamkan di pulau tersebut sejak sekitar tahun 1800 Masehi.

Menurut keterangan warga setempat dan masyarakat Tanah Bumbu, ulama tersebut dikenal sebagai pendakwah yang menyebarkan ajaran Islam di wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Hingga kini, makam tersebut masih kerap diziarahi, meski akses menuju lokasi terbilang sulit.

Baca Juga :  Makam Syaid Sholeh Ulama Besar Abad ke 19 Penyebar Islam dan Ratusan Kuburan Leluhur di pulau Sawangi Menanti Perhatian Pemerintah Daerah berharap Jembatan Menuju Pemakaman Bersejarah Segera Dibangun

Ironisnya, kondisi bangunan kubah makam kini memprihatinkan. Terpaan angin laut dan usia bangunan membuat kubah makam nyaris roboh dan mengalami pelapukan serius.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Kubah makam ulama besar ini perlu segera direhabilitasi, dan kami juga mengharapkan dibangunnya jembatan atau akses yang layak agar warga dan peziarah lebih mudah berkunjung,” ujar Sarwani, Ketua RT 9 Pulau Sawangi.

Warga menilai, dengan penataan yang tepat, Pulau Suwangi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata religi dan wisata alam, tanpa mengabaikan prinsip konservasi. Selain dapat menjaga warisan sejarah dan budaya, pengembangan tersebut juga diharapkan mampu menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat yang selama ini berada di wilayah terluar dan minim perhatian.

Pulau Suwangi kini berada di persimpangan sejarah: antara mempertahankan warisan leluhur dan menanti kehadiran negara untuk memastikan warganya tidak terus terpinggirkan di tanah sendiri.”(Nata/Team)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Puskesmas Simpang Empat Hadir di Pelabuhan, Pastikan Penumpang Kapal Cepat Berangkat dalam Kondisi Sehat

Tanah Bumbu

Dukung Program Bupati, PT Air Minum Bersujud Gelar Gerakan Aksi Jumat Bersih untuk Wujudkan Lingkungan Sehat

Tanah Bumbu

Ketua DPRD Tanah Bumbu Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi untuk Keamanan Daerah

Tanah Bumbu

PTAM Bersujud Asah Kompetensi Operator Lewat Praktik Lapangan

Tanah Bumbu

Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu Terima Dokumen KUA-PPAS 2027, Awali Pembahasan APBD Tahun Anggaran Mendatang

Tanah Bumbu

Anggota DPRD Tanah Bumbu : Soroti Kebutuhan Internet Desa Saat Hadiri HUT ke-18 Desa Gunung Raya, Tabligh Akbar Dipadati Ratusan Warga

Tanah Bumbu

PTAM Bersujud Komitmen Jaga Kualitas Air dan Minimalkan Potensi Gangguan Layanan

Tanah Bumbu

Tingkatkan Kompetensi SDM, PT Air Minum Bersujud Gelar Bimtek Operator IPA Demi Layanan Air Bersih yang Lebih Prima