Home / Tanah Bumbu

Kamis, 6 Juni 2024 - 11:57 WIB

Banjir Besar Melanda Tanah Bumbu: Ribuan Warga Terdampak

BATULICIN -Pelopor News Kalimantan ,Tanah Bumbu dilanda banjir besar yang mengakibatkan 1.247 kepala keluarga (KK) terdampak. Banjir ini terjadi akibat meluapnya air sungai sejak Selasa (4/6/2024) dini hari, menyebabkan kerugian besar bagi warga setempat.

Wilayah Terdampak

Di Kecamatan Sungai Loban, empat desa terdampak banjir, yaitu Sebamban Lama, Sungai Loban, Sebamban Baru, dan Sungai Dua Laut, mengakibatkan 547 KK atau 1.868 jiwa terimbas. Sementara itu, di Kecamatan Kusan Hulu, delapan desa terendam banjir, termasuk Binawara, Pacakan, Manuntung, Bakarangan, Sungai Rukam, Karang Mulya, Anjir Baru, dan Lasung, mempengaruhi 660 KK atau 1.801 jiwa.

Kondisi di Desa Bakarangan

Di Desa Bakarangan, banjir merendam 62 rumah di lima RT dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Jalan sepanjang 2 kilometer dan sekitar 30 hektare sawah juga terendam. BPBD telah mendirikan posko banjir untuk membantu warga setempat.

Baca Juga :  DLU Batulicin Pastikan Mudik Lebaran 2025 Lebih Nyaman dan Lancar

Dampak di Kecamatan Kuranji dan Karang Bintang

Di Kecamatan Kuranji, khususnya RT 01 dan 02 di Desa Ringkit, sembilan rumah terendam dan 40 KK terdampak. Di Kecamatan Karang Bintang, air setinggi 50 sentimeter merendam Jalan Desa Karang Rejo, menyebabkan gangguan transportasi.

Tindakan BPBD dan BMKG

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, memicu kenaikan air Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga merendam jalan, rumah, dan persawahan. “Akibatnya, aktivitas warga dan transportasi terganggu,” kata Sulhadi pada Rabu (5/6). BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memantau dan mendata korban banjir. Mereka juga telah menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga jika diperlukan.

Analis Iklim Staklim Kelas I BMKG Kalsel, Muhammad Arif Rahman, memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Kalsel selama 2-3 hari ke depan. “Namun, untuk wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu, BMKG memberikan peringatan khusus,” ungkap Arif. Diperkirakan musim kemarau di kedua wilayah ini baru akan dimulai pada bulan Agustus.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu: Kebijakan Anggaran 2025 yang Responsif untuk Masyarakat

Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut Arif, fenomena alam seperti Gelombang Rossby ekuatorial dan belokan angin di timur Kalsel menyebabkan curah hujan yang tinggi. “Ketidakstabilan atmosfer juga memperkuat pembentukan awan hujan, meningkatkan intensitas hujan, dan berujung pada hujan ekstrem,” jelasnya.

BPBD terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkait cuaca dan kondisi banjir. Warga diharapkan untuk selalu memonitor informasi dari pihak berwenang dan siap siaga terhadap kemungkinan evakuasi.”

(Nata/Team)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Al Madad Tour & Travel Tanah Bumbu Hadir Melayani Ziarah, Study Banding, dan Study Tour dengan Armada Lengkap dan Pelayanan Amanah

Tanah Bumbu

Kartini Muda Bersinar, TK Bunda Bersujud Hidupkan Semangat Budaya Lewat Fashion Show Busana Adat

Tanah Bumbu

Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu Bahas Agenda Penting Pencabutan Perda Pemekaran Regulasi Wilayah Kelurahan Batulicin, Pemkab Ungkap Alasannya

Tanah Bumbu

Dorong Adaptasi Digital, Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Soroti Minimnya Pembayaran Non-Tunai di SPBU

Tanah Bumbu

Samsat Keliling Hadir di Pasar Minggu Tanah Bumbu, Warga Senang Layanan Pajak Cepat dan Ramah

Tanah Bumbu

Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu Dalam Rangka Pemandangan Umum Fraksi :DPRD Minta Pemkab Tindak Lanjuti Rekomendasi LKPJ TA 2025

Tanah Bumbu

Komisi II dan III DPRD Kotabaru Sidak Kelangkaan Susu UHT Putih di sejumlah Minimarket

Tanah Bumbu

INFORMASI :Jam Pelayanan Kantor Desa Hidayah Makmur Kecamatan Simpang Empat Resmi Berubah :Mulai 13 April 2026