Banjarmasin -Pelopor News Kalimantan
Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi fokus utama dalam suasana kampanye yang tengah berlangsung, khususnya di area kampus yang dianggap sebagai ruang pembelajaran para mahasiswa. Dr. H. Jarkawi MMPd, seorang Dosen Senior FKIP UNISKA MAB Banjarmasin, menekankan pentingnya netralitas ASN terutama dalam mendukung rekan Dosen yang mencalonkan diri di UNISKA.
Jarkawi, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Kalsel, menjelaskan bahwa Dosen yang mencalonkan diri sudah mendapatkan persetujuan dari Rektor dan Yayasan. Namun, ia menegaskan bahwa Dosen tersebut diharapkan untuk membatasi keterlibatan dalam politik praktis.
“Dosen yang bersangkutan seharusnya tidak membawa bendera atau simbol partai ke dalam kampus,” tegas Jarkawi melalui pesan WhatsApp-nya pada Rabu (20/12/2023).
Menanggapi kebijakan kampus yang memperbolehkan acara terkait keberadaan Dosen sebagai calon legislatif, Jarkawi berpendapat bahwa lembaga atau kampus sebaiknya memberikan ruang untuk politik edukasi yang berkaitan dengan hak dan kewajiban. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa membawa nama partai ke dalam lingkungan kampus harus dihindari.
“Kampus dapat menjadi tempat untuk mendiskusikan hak dan kewajiban, namun tidak diperbolehkan membawa nama partai,” pungkas Jarkawi.”(Team)