TANAH BUMBU – Pelopornews Kalimantan 1 Mei 2026
Fenomena bullying dan tawuran pelajar yang semakin marak di berbagai daerah menjadi perhatian serius masyarakat. Berbagai kasus yang viral di media sosial maupun pemberitaan di media cetak dan elektronik menunjukkan bahwa kekerasan di kalangan remaja masih menjadi persoalan mendesak yang memerlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun pihak sekolah semata. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan mengawasi perkembangan anak sejak dini.
“Kami mengharapkan para orang tua, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu, untuk terus memantau dan mengawasi anak-anaknya. Bangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Rahim juga mendorong pihak sekolah agar lebih aktif dalam memberikan edukasi, pembinaan moral, serta penguatan karakter kepada para siswa. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang dapat berkembang menjadi tindakan bullying maupun tawuran antarpelajar.
Ia menegaskan, tanpa langkah konkret dan kolaboratif dari seluruh pihak, potensi kekerasan di kalangan pelajar akan terus berulang dan semakin sulit dikendalikan.
“Jangan sampai kita kehilangan lagi generasi muda hanya karena aksi kekerasan yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.
Bullying dan tawuran bukan sekadar bentuk kenakalan remaja, melainkan persoalan serius yang berdampak besar terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Korban bullying berisiko mengalami trauma psikologis, kehilangan rasa percaya diri, gangguan emosional, hingga depresi. Sementara pelaku kekerasan berpotensi tumbuh dengan perilaku agresif yang dapat terbawa hingga dewasa.
Tawuran pelajar bahkan kerap berujung pada luka berat hingga kehilangan nyawa. Selain merugikan individu, fenomena ini juga mencoreng dunia pendidikan serta mengancam masa depan generasi penerus bangsa.
Abdul Rahim menilai, pencegahan bullying dan tawuran membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan. Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan antara lain:
1. Peran Orang Tua
Orang tua harus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, menanamkan nilai agama, etika, empati, dan rasa tanggung jawab sejak dini. Pengawasan terhadap pergaulan anak, terutama di luar jam sekolah, menjadi faktor utama dalam pencegahan.
2. Peran Sekolah
Sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter. Program anti-bullying, layanan konseling, serta deteksi dini terhadap konflik antarsiswa perlu diperkuat secara konsisten.
3. Peran Lingkungan dan Masyarakat
Lingkungan yang positif turut berperan besar dalam membentuk perilaku anak. Kegiatan sosial, olahraga, organisasi kepemudaan, dan komunitas kreatif dapat menjadi wadah yang sehat untuk menyalurkan energi serta potensi remaja.
Fenomena bullying dan tawuran menjadi peringatan bahwa pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Dengan langkah bersama serta kesadaran kolektif, diharapkan kasus-kasus kekerasan di kalangan pelajar dapat ditekan, sehingga generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan”
(Nata/Team)













