Home / Tanah Bumbu

Minggu, 13 April 2025 - 08:56 WIB

Diduga Lahan Tergerus dan Tanaman Hilang, Warga Sinar Bulan Tuntut Ganti Rugi ke Perusahaan Tambang

TANAH BUMBU –PeloporNews Kalimantan- Seorang warga Desa Sinar Bulan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Haji Zaini, meluapkan kekecewaannya atas dugaan penggarapan lahan tanpa izin yang menyebabkan kerugian besar bagi dirinya. Ia menuntut keadilan dan meminta perusahaan tambang bertanggung jawab atas hilangnya sebagian tanah dan tanaman produktif di lahannya.

Zaini mengungkapkan bahwa sekitar 25 meter dari tanah miliknya yang berada tepat di belakang rumah kini lenyap, tergerus ke arah danau yang terbentuk dari bekas galian tambang.

“Dulu tanah itu aman, sekarang hilang karena longsor ke danau bekas tambang. Sekitar 25 meter lebih dari lahan saya sudah tidak ada. Itu bukan sedikit. Saya minta kejelasan dan tanggung jawab dari perusahaan,” tegasnya saat ditemui pada Sabtu (13/4/2025).

Baca Juga :  Syukuran Ulang Tahun Bupati Tanbu :Bukber Meriah di Pendopo Serambi Madinah

Tak hanya kehilangan tanah, sejumlah pohon produktif seperti kelapa, nangka, rambutan,cempedak,mangga dan bambu miliknya juga ikut musnah. Zaini menyebutkan bahwa awalnya ia hanya memberikan izin terbatas kepada pihak perusahaan untuk melakukan penggalian ringan di tepi lahan.

“Saya hanya izinkan menyiring di pinggir, bukan menggali dalam atau meratakan lahan saya. Tapi kenyataannya, pohon-pohon saya hilang, tanah saya diratakan tanpa persetujuan saya,” ujarnya dengan nada kesal.

Yang lebih mengecewakan, kata Zaini, pihak perusahaan hanya memberinya uang sebesar Rp5 juta yang disebut sebagai “tanda terima kasih”, bukan sebagai kompensasi atau ganti rugi resmi.

Setelah menyampaikan protes secara langsung kepada perusahaan, Zaini mengaku kedatangan beberapa petugas dari Polsek Satui ke rumahnya. Mereka datang untuk meminta klarifikasi seputar penggarapan lahan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Tanah Bumbu, dr. HM Zairullah Azhar, Menyemai Keberkahan dengan Ziarah Spiritual ke Makam Pangeran Jaya Sumitra"

“Petugas datang, saya sudah jelaskan semuanya. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Saya merasa ini seperti pembiaran,” tambahnya.

Ia juga menolak keras jika surat yang pernah ia tanda tangani dijadikan dasar pembenaran oleh pihak perusahaan atas pengambilan lahannya. Zaini menegaskan bahwa tidak ada proses jual beli atau dokumen resmi yang sah dalam kejadian tersebut.

“Kalau begini, saya merasa dijebak. Saya rakyat kecil, hanya ingin keadilan. Tanah itu sumber kehidupan saya, bukan untuk diambil seenaknya,” ujarnya dengan nada haru.

Zaini berharap pemerintah desa, aparat penegak hukum, dan instansi terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil dan transparan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan tambang yang disebut belum memberikan keterangan resmi terkait pengaduan warga.(Nata/Team)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Dari Panggung Rakyat, Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Abdul Rahim Serukan Penyelamatan Generasi dari Bahaya Narkoba dan Judi Online

Tanah Bumbu

Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu H. Hasanuddin Murat Berduka, Tokoh Perjuangan Daerah H. Hasudungan Tutup Usia

Tanah Bumbu

Dampak Kebakaran Di Karang Bintang, Distribusi Air Bersih Terhenti Sementara di Sejumlah Wilayah Tanah Bumbu : Memejemen Air Minum Bersujud ucapkan Permohonan maaf Dan Imbau warga Hemat Air

Tanah Bumbu

Listrik Padam Lebih dari 20 Jam, Perbaikan Akhirnya Dilakukan Dinas Gangguan PT.Graha Arta : Listrik Kembali Menyala Warga ucapkan terima kasih:Minta Pelayanan Gangguan Lebih Cepat

Tanah Bumbu

Listrik dirumah Warga Padam total Hampir 20 Jam ,Respons Petugas Pelayanan Gangguan PLN Rayon Batulicin di Nilai Lamban : Picu Kekecewaan Pelanggan

Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Pasang Target Ketat Pokir RKPD 2027, Penginputan SIPD-RI Ditutup 28 Februari

Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Dorong Peralihan Pengelolaan PJU ke Dishub, Tekankan Validasi Data dan Kepastian Anggaran

Tanah Bumbu

Pelayanan Medis Dipuji, Parkir Dikeluhkan: Sikap Juru Parkir Klinik Simpang Arogan Picu Kekecewaan Warga