Tanah Bumbu – Pelopor News Kalimantan -2 Februari 2025 -Sungai di Desa Ma’tone Kampung Baru, yang membentang dari RT 5 hingga RT 1 dan menembus Desa Pulau Satu, memiliki nilai sejarah yang kuat. Dahulu, sungai ini menjadi jalur utama kapal phinisi dan transportasi air bagi warga setempat. Selain sebagai sarana pengangkutan kelapa dan sagu, sungai ini juga menjadi tempat mencari ikan. Dengan lebar lebih dari 20 meter pada masanya, sungai ini mampu menampung kapal kayu untuk berlindung, bahkan hingga kini, bangkai kapal phinisi masih dapat ditemukan di antara rimbunan pohon bambu.
Husaini, warga RT 1 Desa Ma’tone Kampung Baru, mengenang masa kejayaan sungai tersebut. “Dulu, sebelum ada kendaraan dan akses jalan setapak masih terbatas, sungai ini sudah berperan penting sebagai jalur utama transportasi. Kapal-kapal kayu berlindung di sini, dan bangkai kapal phinisi masih ada sampai sekarang,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata untuk mengembalikan fungsi sungai, Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin,Am.S.Ag.M.A telah mendorong proses normalisasi sungai sejak akhir tahun lalu. “Alhamdulillah, normalisasi telah dilakukan. Namun, ke depan, kami berharap agar pekerjaan ini bisa diperluas dalam skala lebih besar agar sungai dapat berfungsi optimal kembali,” kata Husaini.
H. Hasanuddin ,Am.S.Ag.M.A menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal upaya perbaikan sungai, termasuk dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum untuk merancang perbaikan teknis yang lebih modern. “Kami ingin agar sungai ini dilengkapi siring pasangan batu dan jembatan yang kokoh dengan desain estetis, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi tetapi juga memperindah Kota Pagatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa DPRD Tanah Bumbu akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan siring permanen di sepanjang Sungai Kusan, khususnya di wilayah Pagatan, guna memperkuat ketahanan lingkungan dan mencegah banjir. “Kami akan mendesak pemerintah daerah agar segera memasang pengaman berupa siring batu di kedua sisi sungai untuk mencegah penyempitan lebih lanjut,” tegasnya.

Selain menghidupkan kembali fungsi transportasi air, upaya normalisasi ini juga diharapkan dapat mendukung sektor perikanan serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Wilayah seperti Desa Ma’tone Kampung Baru, Desa Pulau Satu, Desa Penyolongan, Desa Mudalang, Desa Rantau Panjang Hulu, Rantau Panjang Hilir, dan Muara Pagatan telah lama dikenal sebagai sentra penghasil kelapa yang berperan penting dalam perekonomian Tanah Bumbu.
Dengan rencana perbaikan yang lebih besar dan terintegrasi, Sungai Ma’tone Kampung Baru diharapkan dapat bertransformasi menjadi ikon keindahan dan kesejahteraan bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di wilayah Tanah Bumbu.”(Nata/Team)













