pelopornewskalimantan.com – Kalimantan Selatan
Pusat Studi Eco Enzyme ULM, di bawah kepemimpinan Dr. Dian Masita Dewi, memberikan optimisme baru dalam mengatasi tantangan serius yang dihadapi oleh tanaman karet, khususnya Gugur Daun Karet (GDK). Tanaman karet, yang menjadi komoditas utama Indonesia, terus dihadapkan pada ancaman penyakit, termasuk jamur Colletotrichum gloeosporioides, Corynespora cassiicola, Oidium heveae, Fusicoccum sp., dan Pestalotiopsis sp.
Dr. Dian Masita Dewi, Ketua Pusat Studi Eco Enzyme ULM, menjelaskan bahwa teknik budi daya yang tepat sangat berpengaruh terhadap produktivitas karet. Dalam pandangannya, Eco Enzyme memiliki potensi besar sebagai alternatif anti-jamur yang mampu mengatasi penyakit GDK pada tanaman karet. Pengamatan dan pendampingan yang dilakukan di Kalimantan Selatan sejak tahun 2021 menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Metode aplikasi Eco Enzyme, yang melibatkan kocor dan semprot secara intensif dengan frekuensi 3-4 kali seminggu, telah membuktikan kemampuannya dalam mengembalikan warna hijau pada pohon karet dalam waktu singkat. Lebih dari itu, aplikasi rutin Eco Enzyme juga terbukti efektif dalam mengatasi masalah kanker garis pada bidang sadap batang karet.
Namun, manfaat Eco Enzyme tidak hanya terbatas pada keberhasilannya dalam mengatasi penyakit tanaman. Dr. Dian juga melihat potensi besar dalam mengurangi kompleksitas permasalahan sampah di Indonesia. Dengan aplikasi rutin Eco Enzyme, diharapkan dapat dikurangi risiko kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disebabkan oleh gas metan yang dihasilkan selama proses pembusukan alami sampah.
Dr. Dian Masita Dewi tidak hanya membahas solusi pertanian melalui Eco Enzyme tetapi juga memperkenalkan Natural Product’s Dr.D sebagai inovasi produk yang mencakup berbagai kebutuhan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kesehatan, dan personal care.
Pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi konkret untuk penyakit tanaman karet tetapi juga dapat memberikan dampak positif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pertanian di Indonesia. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan sektor pertanian, terutama perkebunan karet, dapat bersiap menghadapi tantangan masa depan dengan lebih tangguh. (Nata/team)