Home / Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:50 WIB

Rumah Banjar Bubungan Tinggi: Jejak Kemegahan Istana Kesultanan Banjar yang Menjadi Simbol Kejayaan Peradaban Banua

BANJARMASIN – Pelopornewskalimantan.com 9Juni 2026 -Di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak maju, keberadaan Rumah Banjar Bubungan Tinggi tetap menjadi salah satu warisan budaya paling berharga yang dimiliki masyarakat Banjar. Bukan sekadar bangunan tradisional, rumah ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Banjar, pusat kekuasaan yang pernah memainkan peran penting dalam perkembangan politik, budaya, dan perdagangan di Kalimantan Selatan.

Secara historis, Rumah Banjar Bubungan Tinggi merupakan jenis rumah adat yang memiliki kedudukan tertinggi dalam struktur arsitektur tradisional Banjar. Pada masa Kesultanan Banjar, bangunan ini diperuntukkan bagi sultan dan keluarga kerajaan sebagai tempat tinggal utama di lingkungan keraton. Karena fungsinya yang sangat istimewa tersebut, Bubungan Tinggi kemudian dikenal sebagai simbol kehormatan, kewibawaan, serta kemegahan kekuasaan kerajaan Banjar.

Keberadaan rumah ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan peradaban masyarakat Banjar yang tumbuh di kawasan sungai-sungai besar Kalimantan. Arsitektur Bubungan Tinggi mencerminkan kemampuan masyarakat Banjar dalam mengadaptasi lingkungan alam sekaligus menunjukkan tingkat seni bangunan yang tinggi pada masanya. Bentuk atap yang menjulang tinggi menjadi ciri paling menonjol dan sekaligus melambangkan kedudukan penghuninya dalam struktur sosial masyarakat.

Dalam catatan sejarah, Rumah Bubungan Tinggi menjadi bagian penting dari kompleks istana Kesultanan Banjar. Bangunan ini berfungsi sebagai pusat kehidupan keluarga kerajaan sekaligus menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas kenegaraan dan sosial yang berkaitan dengan pemerintahan kesultanan.

Kemegahan rumah tersebut tidak hanya terlihat dari ukuran bangunan, tetapi juga dari detail arsitektur yang sarat makna filosofis. Setiap ruang memiliki fungsi tertentu yang mencerminkan tata kehidupan masyarakat Banjar, mulai dari ruang penerimaan tamu kehormatan hingga ruang keluarga yang bersifat lebih privat. Ornamen ukiran yang menghiasi berbagai bagian rumah menunjukkan tingginya nilai seni dan budaya yang berkembang pada masa itu.

Baca Juga :  Mengenal Sultan Adam: Raja Banjar yang Masih Memiliki Hubungan Kekerabatan Dengan Datu Kelampaian : Mengukir Sejarah dan Warisan Budaya

Seiring perjalanan waktu, pengaruh Kesultanan Banjar semakin meluas. Kemakmuran yang tumbuh dari aktivitas perdagangan sungai dan hubungan dagang dengan berbagai wilayah Nusantara maupun mancanegara turut melahirkan kelompok bangsawan dan saudagar kaya. Kondisi tersebut menyebabkan bentuk rumah Bubungan Tinggi mulai diadopsi oleh kalangan elit masyarakat Banjar sebagai simbol status sosial dan keberhasilan ekonomi.

Meski demikian, dalam ingatan kolektif masyarakat, Rumah Bubungan Tinggi tetap identik dengan kebesaran Kesultanan Banjar. Bangunan ini dipandang sebagai representasi kejayaan sebuah kerajaan yang pernah menjadi pusat kekuatan politik dan budaya di Kalimantan bagian selatan.

Para sejarawan mengaitkan perkembangan awal arsitektur Rumah Bubungan Tinggi dengan periode berdirinya Kesultanan Banjar pada abad ke-16. Salah satu tokoh yang sering disebut dalam konteks perkembangan budaya Banjar adalah Sultan Suriansyah, penguasa pertama Kesultanan Banjar yang memerintah setelah proses transformasi politik dari kerajaan sebelumnya.

Pada masa pemerintahannya, berbagai unsur budaya Banjar mulai berkembang dan memperoleh bentuk yang lebih jelas, termasuk dalam bidang arsitektur tradisional. Walaupun sejumlah sumber sejarah masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan waktu pembangunan setiap jenis rumah adat Banjar, para peneliti sepakat bahwa Bubungan Tinggi telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Banjar sejak masa awal perkembangan kesultanan.

Baca Juga :  Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan Siap Lahirkan Generasi Unggul di Bidang Teknologi Informasi

Keberadaan rumah ini kemudian diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bukti nyata kemampuan masyarakat Banjar dalam menciptakan karya arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol peradaban.

Hingga kini, Rumah Banjar Bubungan Tinggi masih menjadi salah satu ikon budaya Kalimantan Selatan. Keunikan bentuk atap yang menjulang tinggi, konstruksi rumah panggung yang menyesuaikan kondisi lahan rawa, serta kekayaan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya menjadikan rumah ini objek kajian penting bagi para peneliti sejarah, arsitek, budayawan, dan pemerhati warisan budaya.

Bagi masyarakat Banjar, Bubungan Tinggi bukan sekadar peninggalan masa lalu. Rumah ini merupakan simbol identitas, kebanggaan daerah, sekaligus pengingat akan kejayaan Kesultanan Banjar yang pernah menjadi pusat peradaban besar di Pulau Kalimantan. Di tengah arus modernisasi, upaya pelestarian dan pengenalan sejarah Rumah Bubungan Tinggi kepada generasi muda dinilai penting agar nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur tetap hidup dan dikenal luas.

Keagungan Rumah Banjar Bubungan Tinggi pada akhirnya tidak hanya terletak pada bentuk fisiknya yang megah, tetapi juga pada kisah sejarah yang dikandungnya. Setiap tiang, ukiran, dan lekuk atapnya menjadi saksi perjalanan panjang Kesultanan Banjar dalam membangun peradaban yang berpengaruh di Nusantara. Karena itulah, hingga saat ini Rumah Bubungan Tinggi tetap dikenang sebagai lambang kemegahan, martabat, dan kejayaan budaya Banjar yang tak lekang oleh waktu.”(Team)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah

Pendidikan

Bangun Budaya Baca Sejak Dini, Dispersip Kotabaru Gelar Story Telling Bersama PT Arutmin

Pendidikan

Serunya Anak TK Mengenal Literasi Lewat Cerita Kura-Kura dan Monyet

Pendidikan

Jejak Ulama Besar Keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Syekh Ali Junaidi Berau

Pendidikan

Wali Katum, Sang Wali Tersembunyi dari Tabu Darat: Kisah Zuhud Gt.Muhammad Ramli yang Terus Dikenang

Pendidikan

Haul ke-208 Sultan Sulaiman Rahmatullah: Mengenang Raja Banjar ke-13 yang Dikenal Alim, Bijaksana dan Menjunjung Keadilan

Pendidikan

MTQ ke-23 Simpang Empat Resmi Ditutup, Bupati Tanah Bumbu Tekankan Al-Qur’an sebagai Landasan Pembentukan Generasi Berakhlak

Pendidikan

Pangeran Hidayatullah, Pejuang Banjar yang Dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 1999