Banjarbaru –Pelopornewskalimantan – 28 Maret 2026 -Antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis tradisional kembali terlihat di Kota Banjarbaru. Kegiatan pengobatan alternatif yang digelar oleh Bunda Ririn Jantika menarik perhatian warga dari berbagai kalangan, yang datang untuk mencoba sekaligus merasakan manfaat terapi yang ditawarkan.
Sejak pagi hari, lokasi pelayanan tampak ramai didatangi warga. Mereka tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari berbagai wilayah lain di Kalimantan Selatan. Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang mencari pendekatan berbeda dalam menjaga kesehatan tubuh.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah konsep pelayanan yang mengedepankan sistem pembayaran sukarela. Skema ini dinilai meringankan beban masyarakat, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi layanan ini. Selain membantu dari sisi kesehatan, sistem pembayaran sukarela membuat semua kalangan bisa merasakan manfaatnya,” ujar salah satu pengunjung.
Sejumlah warga mengaku merasakan perubahan kondisi setelah menjalani terapi. Meski demikian, pengalaman ini bersifat subjektif dan dapat berbeda pada setiap individu.
Seorang pasien Samsuddin mengungkapkan bahwa gangguan penglihatan yang dialaminya pasca stroke ringan mulai berangsur membaik setelah mengikuti terapi secara rutin. Sementara pasien lain menyebutkan adanya perkembangan positif pada cedera kaki yang dialaminya setelah menjalani terapi pijat tradisional.
Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil pengobatan alternatif tidak dapat disamaratakan, dan belum tentu menggantikan penanganan medis yang diperlukan.

Menurutnya, pasien yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan aparatur sipil negara hingga aparat keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat modern.
Fenomena meningkatnya minat terhadap pengobatan alternatif mencerminkan kebutuhan masyarakat akan pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh atau holistik. Tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, metode tradisional juga sering dikaitkan dengan relaksasi, ketenangan pikiran, serta keseimbangan tubuh.
Di Indonesia, praktik seperti pijat tradisional, ramuan herbal, hingga terapi berbasis energi telah lama menjadi bagian dari budaya turun-temurun. Banyak masyarakat meyakini metode ini sebagai pelengkap yang dapat mendukung proses penyembuhan.
Namun demikian, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam memilih metode pengobatan. Pengobatan alternatif sebaiknya tidak dijadikan pengganti pengobatan medis, terutama untuk penyakit serius atau kondisi yang memerlukan penanganan klinis.
Di tengah popularitasnya, pengobatan alternatif juga menuntut transparansi dan tanggung jawab dari para praktisi. Informasi mengenai metode yang digunakan perlu disampaikan secara terbuka, tanpa klaim berlebihan atau janji kesembuhan instan.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap kritis, memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh, serta berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum memutuskan menjalani terapi tertentu.
Pendekatan yang seimbang antara pengobatan medis dan alternatif dinilai sebagai langkah paling bijak dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Kegiatan yang digelar di Banjarbaru ini menjadi cerminan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan alternatif masih tinggi. Selama dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan tidak menyesatkan, pengobatan tradisional dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Informasi Layanan Pengobatan Tradisional
Betamban Acil Ririn – Tatamba Kampung 🌿
Bagi masyarakat yang ingin mencoba pengobatan tradisional, layanan ini terbuka untuk umum dengan suasana yang santai dan nyaman.
Lokasi:
Landasan Ulin – pertemuan Ujung Sedang Trikora
Depan Apotek SanekaCare
Turunan Gunung, Gang Taufik
Rumah Kecantikan Ririn No. 03
Reservasi:
WhatsApp: 0812-5429-3881 (chat only)
Datang dengan niat baik dan harapan untuk sehat, serta tetap mengedepankan ikhtiar dan doa.”(Team)













