KOTABARU – peloporNews Kalimantan -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Hal ini ditandai dengan diterimanya hibah tiga unit mobil operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu (21/1/2026).
Hibah armada tersebut diberikan sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana alam yang membutuhkan respon cepat dan mobilitas tinggi di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotabaru, Hendra Indrayana, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Bupati dan Wakil Bupati, serta Sekretaris Daerah yang telah memberikan hibah armada berupa mobil operasional TRC jenis Hilux Rangga. Kendaraan ini sangat membantu kegiatan kami di lapangan, khususnya dalam memberikan pelayanan penanggulangan bencana kepada masyarakat,” ujar Hendra.
Menurutnya, keberadaan kendaraan operasional baru tersebut akan sangat menunjang mobilitas personel BPBD, terutama saat terjadi kondisi darurat bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, maupun kejadian lain yang membutuhkan penanganan cepat.
“Dengan adanya tambahan armada ini, kami berharap ke depan kinerja BPBD semakin maksimal dalam membantu masyarakat, baik pada tahap tanggap darurat maupun mitigasi bencana,” tambahnya.
Tak hanya menerima hibah kendaraan, BPBD Kotabaru juga mendapatkan bantuan peralatan selam (scuba) sebanyak 10 set. Bantuan tersebut dinilai sangat penting mengingat wilayah Kabupaten Kotabaru yang sebagian besar merupakan daerah pesisir dan perairan.
Hendra menjelaskan bahwa pihaknya berencana akan menggelar pelatihan selam (scuba diving) bagi anggota BPBD pada tahun ini. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penanganan bencana di wilayah perairan.
“Selama ini masih banyak anggota BPBD yang belum pernah mengikuti pelatihan selam. Dari total personel yang ada, baru tiga orang yang telah memiliki sertifikasi atau bintang selam. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting agar kemampuan personel semakin merata dan profesional,” jelasnya.
Dengan dukungan armada TRC dan peralatan scuba yang memadai, BPBD Kotabaru optimistis dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana, terutama pada operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di wilayah laut dan pesisir.
Di akhir keterangannya, Hendra juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kotabaru, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang belakangan ini cukup ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti air pasang, angin kencang, suhu panas, dan kondisi alam lainnya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” pungkasnya.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang terus ditingkatkan, BPBD Kotabaru diharapkan semakin sigap dan profesional dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.”(Nata )













