TANAH BUMBU —Pelopornewskalimantan.com- Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, menghadapi kesulitan air bersih setelah pelayanan PDAM terganggu selama hampir dua minggu terakhir. Di beberapa lokasi, air bahkan dilaporkan tidak mengalir sama sekali. Kondisi ini terjadi di tengah kemarau berkepanjangan yang memperburuk ketersediaan air baku akibat intrusi air laut di Sungai Kusan.
Intrusi air laut meningkatkan kadar klorida pada air baku sehingga menyulitkan proses pengolahan. Akibatnya, pasokan air melalui jaringan PDAM tidak dapat berjalan normal dan warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk membantu masyarakat terdampak, mobil tangki PDAM bersama mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan menyalurkan air ke sejumlah desa. Distribusi ini menjadi langkah darurat selama gangguan pasokan belum teratasi.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi dari Pelaksana Tugas Direktur PDAM, Dwi Dibyo Raharjo, penyaluran air dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Penyelongan, Barugelang, Betung, dan Juku Eja.
Kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan turut memperburuk kondisi sungai. Berkurangnya debit air tawar dari wilayah hulu membuat pengaruh air laut semakin terasa di bagian sungai yang dekat dengan pesisir. Kondisi tersebut menjadi kendala bagi pengambilan air baku untuk diolah menjadi air bersih.
Dwi Dibyo Raharjo sebelumnya juga telah bertemu dengan sejumlah kepala desa di Kecamatan Kusan Hilir untuk membahas persoalan pasokan air bersih dan mencari langkah penanganan.
Meski distribusi mobil tangki membantu memenuhi kebutuhan warga, penyaluran harus dilakukan secara bertahap dan memiliki keterbatasan volume. Sementara itu, masyarakat tetap membutuhkan air setiap hari untuk memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Gangguan ini memperlihatkan pentingnya kesiapan sumber air baku untuk menghadapi kemarau dan intrusi air laut. Selain distribusi darurat, langkah jangka panjang diperlukan agar pelayanan air bersih tidak terus terganggu ketika kualitas air Sungai Kusan menurun.
Warga berharap pasokan air segera kembali normal dan penanganan terus dilakukan hingga kebutuhan air bersih di wilayah terdampak dapat terpenuhi.”(Tim/Red)













