Home / Pemerintahan

Selasa, 1 September 2026 - 11:45 WIB

RI Ekspor Beras Perdana ke Malaysia, Qodari: Indonesia Semakin Berdaulat dalam Pangan

Jakarta, Pelopornewskalimantan.com-31 Agustus 2026 – Indonesia baru saja menandatangani Nota Kesepahaman dengan Malaysia untuk ekspor 1.000 ton beras premium, sekaligus membuka potensi ekspor hingga 200.000 ton beras ke negeri jiran itu dengan nilai mencapai Rp3,4 triliun rupiah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa ekspor perdana ke Malaysia ini merupakan perkembangan positif bagi sektor pangan nasional. Di tengah upaya menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat, capaian ini menunjukkan bahwa ketika produksi domestik semakin kuat, Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur.

“Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan,” kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8).

Baca Juga :  TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kotabaru

Ia menjelaskan, peningkatan produksi memberi ruang bagi Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem pangan global. Proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2026/2027 mencapai sekitar 38,6 juta ton, meningkat 4,6 juta ton dibandingkan produksi sebesar 34 juta ton pada 2024/2025.

“Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor,” ucapnya.

FAO pun telah menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia, berada di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Indonesia sekaligus menjadi satu dari sedikit produsen besar yang produksinya terus meningkat saat raksasa-raksasa pangan lain tengah tersandung.

Baca Juga :  Listrik 24 Jam Resmi Menyala di Pulau Laut Kepulauan, Warga Kerasian dan Kerumputan Sambut Era Baru Pembangunan

“Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional,” Qodari menegaskan.

Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Dengan ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional dipastikan aman hingga Mei 2027.

Meski demikian, Qodari menambahkan, peluang ekspor tersebut perlu dilihat bukan sebagai tujuan akhir. “Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta bagaimana seluruh pencapaian ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

“Di usia 81 tahun kemerdekaan, dari ketahanan pangan, kita membangun kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur,” tutupnya.”(Ril Bakom RI)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Prabowo Targetkan Penghematan Rp100 Triliun dari Pemangkasan BUMN di Akhir 2026

Pemerintahan

RI Ekspor Beras Perdana ke Malaysia, Qodari: Indonesia Semakin Berdaulat dalam Pangan

Pemerintahan

Prabowo Terima Kartu Anggota Seumur Hidup NU: Ini Kehormatan Besar bagi Saya

Pemerintahan

Koperasi Merah Putih Berdiri di Tengah Ribunnya Hutan dan Kebun Karet, Warga Bertanya: Hasil Musdes atau Salah Pilih Lokasi?

Pemerintahan

Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota Seumur Hidup NU: Ini Kehormatan Besar bagi Saya

Pemerintahan

Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa: Angkat Rakyat Indonesia Keluar dari Kemiskinan

Pemerintahan

Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa: Angkat Rakyat Indonesia Keluar dari Kemiskinan

Pemerintahan

Tutup Rakerwil I DPW TMI Provinsi Jambi, Aiman Adnan WAKETUM DPN Tani Merdeka Indonesia Siap Kawal Hasil Rekomendasi ke Pemerintah Pusat