Home / Tanah Bumbu

Senin, 8 Juni 2026 - 00:27 WIB

Tangis Warga Pecah di Tepi Danau Retensi Desa Barokah ,Bocah 10 Tahun Tenggelam Ditemukan Meninggal Setelah 9 Jam Pencarian

TANAH BUMBU- –Pelopornewskalimantan.com- Suasana duka menyelimuti kawasan Komplek Arraudah 6, Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (7/6/2026) sore. Isak tangis keluarga dan warga pecah saat Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Oktovelo Kandy Irawan (10), bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di danau retensi setempat.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 18.20 WITA setelah proses pencarian yang berlangsung selama kurang lebih sembilan jam. Penemuan jasad korban menjadi akhir dari upaya panjang yang dilakukan puluhan personel gabungan bersama warga sejak laporan kejadian diterima.

SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tempat ia diduga tenggelam.

“Korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 10 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi awal kejadian,” ujar Putu Sudayana, Minggu malam.

Menurutnya, proses pencarian berlangsung cukup sulit karena kondisi air danau retensi yang sangat keruh dengan endapan lumpur tebal di dasar kolam sehingga jarak pandang penyelam nyaris nol.

Meski menghadapi berbagai kendala, tim gabungan tetap melakukan penyelaman dan penyisiran secara intensif menggunakan perahu karet (rubber boat) hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Tanah Bumbu Tinjau PT BIB, Pastikan Pengendalian Debu Batu Bara Berjalan Usai Keluhan Warga

Setelah diangkat dari dasar danau, jasad Oktovelo langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Marina Batulicin untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Batulicin, Brimob Tanah Bumbu, Satpolairud Polres Tanah Bumbu, BPBD, Babinsa, Damkar, PT Jhonlin Rescue, serta unsur TNI-Polri dan relawan setempat.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” tambah Putu.

Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan keprihatinan warga sekitar terhadap aspek keselamatan di kawasan danau retensi tersebut.

Ibu Siti Asiah dan Sejumlah warga berharap pemerintah daerah, pengelola kawasan, maupun pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Warga mengusulkan agar area danau retensi dipasangi pagar atau kandang kawat pengaman di sejumlah titik rawan guna membatasi akses langsung ke bibir kolam, khususnya bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi.

Menurut warga, keberadaan pagar pengaman dinilai sangat penting mengingat danau retensi memiliki kedalaman yang cukup berbahaya, kondisi air yang keruh, serta dasar kolam yang berlumpur sehingga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Andi Rudi Latif Dorong Kemandirian Warga Lewat Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Selain pemasangan pagar pengaman, warga juga meminta agar dipasang papan peringatan berukuran besar dan mudah terlihat di beberapa sudut area danau.

Papan peringatan tersebut diharapkan memuat imbauan tegas seperti:

Dilarang berenang di area danau retensi.
Area memiliki kedalaman berbahaya.

Warga menilai langkah preventif tersebut sangat diperlukan sebagai bentuk perlindungan keselamatan masyarakat dan sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan maupun korban jiwa di masa mendatang.

Basarnas mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, danau, kolam retensi, maupun kawasan perairan terbuka lainnya.

Pengawasan yang ketat, edukasi mengenai bahaya perairan, serta penyediaan sarana keselamatan yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya tragedi serupa.

Peristiwa meninggalnya Oktovelo Kandy Irawan menjadi pengingat bahwa keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.” Ungkapnya (Nata/Team)

Share :

Baca Juga

Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Duta Wisata Tanah Bumbu Jadi Penggerak Promosi Daerah

Tanah Bumbu

Launching Geopark Collaborative Governance, Perkuat Tata Kelola Lintas Perangkat Daerah

Tanah Bumbu

Abdul Rahim Tegas Minta RDP Pelabuhan BIB Ditunda, Harmanuddin Dorong BIB Cari Solusi

Tanah Bumbu

Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu Pimpin RDP Pelabuhan BIB, Warga Sebamban Baru Tuntut Kesempatan Kerja

Tanah Bumbu

Fraksi PAN Sampaikan Pandangan terhadap Tiga Raperda

Tanah Bumbu

Fraksi PDI Perjuangan Terima Tiga Raperda Tanah Bumbu

Tanah Bumbu

Fraksi NasDem Sejahtera Sampaikan Pandangan terhadap Tiga Raperda

Tanah Bumbu

Fraksi Golkar Sampaikan Pandangan terhadap Tiga Raperda di DPRD Tanah Bumbu