Tanah Bumbu, Pelopornewskalimantan.com-20 Mei 2026 – Komitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan nyaman terus diperkuat oleh PT PLN (Persero) melalui PLN UP3 Batulicin. Tidak hanya fokus menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga aktif membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan sekitar.
Melalui program sosialisasi bertajuk “Listrik Nyaman, Masyarakat Aman”, PLN UP3 Batulicin gencar memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelanggan di Kabupaten Tanah Bumbu. Edukasi dilakukan secara langsung melalui pembagian selebaran informatif, sosialisasi lapangan, hingga publikasi media sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat listrik.
Supervisor Pemeliharaan PLN UP3 Batulicin, Nizar, menjelaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelayanan PLN. Menurutnya, masih banyak aktivitas masyarakat yang berpotensi membahayakan keselamatan jika dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan ketenagalistrikan. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami potensi bahaya listrik dan bagaimana cara menghindarinya,” ujarnya kepada awak media.
Dalam sosialisasi tersebut, PLN menyoroti sejumlah aktivitas berisiko tinggi yang kerap dilakukan masyarakat di sekitar jaringan listrik. Salah satunya adalah bermain layang-layang dan memancing di bawah jaringan listrik tegangan menengah. Aktivitas tersebut dinilai sangat berbahaya karena jaringan listrik memiliki tegangan tinggi yang dapat mengakibatkan sengatan serius hingga mengancam nyawa.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga jarak aman saat membangun rumah bertingkat, memasang rangka baja ringan, antena televisi, radio, spanduk, maupun umbul-umbul di dekat jaringan listrik. PLN menegaskan bahwa kelalaian kecil dapat memicu kecelakaan fatal maupun gangguan pasokan listrik bagi pelanggan lainnya.
Tidak hanya menyasar aktivitas sehari-hari, PLN UP3 Batulicin juga memberikan edukasi terkait langkah darurat saat terjadi bencana seperti banjir dan kebakaran. Dalam kondisi tersebut, masyarakat diminta segera mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) dan memutus aliran listrik di rumah guna menghindari risiko korsleting serta sengatan listrik.
PLN juga menyoroti bahaya praktik penyambungan listrik ilegal atau over spanning yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Sesuai ketentuan dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL), pelanggan dilarang menyalurkan listrik kepada pihak lain tanpa izin resmi penyediaan tenaga listrik.
Praktik mencantol kabel langsung ke jaringan PLN tanpa melalui KWh meter dinilai sangat membahayakan. Selain berpotensi memicu kebakaran dan sengatan listrik, tindakan tersebut juga melanggar aturan dan dapat dikenakan sanksi melalui Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

Di sisi lain, PLN UP3 Batulicin turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar pepohonan yang dekat dengan jaringan listrik. Warga diminta tidak menebang pohon maupun memetik buah menggunakan galah panjang di area sekitar kabel listrik karena berisiko menyebabkan kecelakaan listrik dan gangguan jaringan.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk tidak menanam pohon besar di bawah jaringan listrik, membakar sampah di dekat tiang listrik, maupun memasang antena tinggi terlalu dekat dengan kabel listrik. Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah Tanah Bumbu.
Upaya edukasi yang dilakukan PLN UP3 Batulicin mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan masyarakat, tidak hanya sebatas pelayanan kelistrikan semata. Sosialisasi yang dilakukan secara langsung maupun melalui media diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga agar lebih bijak, disiplin, dan aman dalam menggunakan tenaga listrik.
Melalui program berkelanjutan ini, PLN UP3 Batulicin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan listrik yang andal sekaligus membangun budaya sadar keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya listrik dan pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari risiko kecelakaan ketenagalistrikan.”(Nata)













