KOTABARU – peloporNews Kalimantan -Suasana sosialisasi program Tali Asih/Kearifan Lokal yang digelar PT Pelsart Tambang Kencana di Gedung Serbaguna Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, berlangsung panas namun tetap terkendali.
Forum yang awalnya ditujukan untuk menyamakan persepsi justru berubah menjadi ajang penyampaian aspirasi tegas dari warga. Mereka menolak bantuan dalam bentuk pembangunan fisik dan meminta Tali Asih diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp75.000.000.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sungai Durian Raden Rahmad Mada Tri Wirakesuma, S.Sos., Kapolsek Sungai Durian yang diwakili AIPTU Roi Tobing, S.H., Danramil Sampanahan/Sungai Durian yang diwakili Serka Sugiono, perwakilan KPH Sengayam, jajaran manajemen perusahaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, BPD, para Ketua RT, serta perwakilan warga.
Dalam paparannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa program Tali Asih/Kearifan Lokal merupakan tindak lanjut atas klaim masyarakat yang terdampak aktivitas operasional perusahaan. Sosialisasi disebut bertujuan memberi kejelasan terkait dasar kebijakan, mekanisme, dan ruang lingkup bantuan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Perusahaan juga menawarkan sejumlah program fisik, di antaranya pembangunan satu unit Gedung Serbaguna/Balai Budaya yang dikelola pemerintah desa, serta rencana pembangunan SMA Negeri melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan di Desa Gendang Timburu untuk mencakup tiga desa.
Warga: Jangan Samakan CSR dengan Tali Asih
Namun, dalam sesi dialog, warga secara tegas menolak jika bantuan fisik dijadikan bentuk Tali Asih atas dampak operasional perusahaan.
Menurut sejumlah perwakilan masyarakat, pembangunan gedung maupun sekolah lebih tepat dikategorikan sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR), bukan kompensasi atas hilangnya mata pencaharian dan berkurangnya ruang hidup yang mereka rasakan.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi itu program CSR, bukan pengganti atas dampak yang kami alami,” ujar salah satu perwakilan warga dalam forum tersebut.
Warga menyatakan telah mengajukan proposal Tali Asih dalam bentuk tunai sebesar Rp75 juta. Nominal tersebut, menurut mereka, dihitung berdasarkan kebiasaan dan aktivitas masyarakat di area yang kini menjadi bagian dari konsesi perusahaan.
Perusahaan Akan Bawa ke Direksi
Menanggapi tuntutan tersebut, manajemen PT Pelsart Tambang Kencana menyatakan akan membawa aspirasi masyarakat ke tingkat direksi untuk dibahas lebih lanjut. Keputusan final belum ditetapkan dan dijadwalkan akan dibicarakan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa program CSR tetap berjalan dan akan terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di tiga desa terdampak.
Rapat ditutup sekitar pukul 12.00 Wita dengan situasi aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Sungai Durian. Semua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi melalui musyawarah lanjutan guna mencari solusi terbaik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi terkait realisasi tuntutan Tali Asih dalam bentuk tunai tersebut.”(Tim)













