Tanah Bumbu –peloporNewskalimantan- Kepulan asap tebal secara tiba-tiba muncul dari dalam galian tambang batubara di Kilometer 171, Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (18/2/2026) pagi. Fenomena tersebut sontak mengundang kekhawatiran warga dan memicu perbincangan luas di media sosial.
Asap hitam pekat bercampur putih terlihat membumbung tinggi dari dasar lubang tambang yang curam dan menganga puluhan meter ke bawah. Dari kejauhan, kepulan itu tampak seperti letusan kecil yang muncul dari perut bumi. Meski menyerupai kebakaran besar, tidak terlihat adanya kobaran api maupun aktivitas pemadaman di lokasi.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video amatir diunggah akun Instagram @info.satui dan cepat menyebar. Dalam rekaman tersebut, asap terlihat keluar tanpa henti dari area tambang yang lokasinya tidak jauh dari jalan raya. Kondisi sekitar tampak gersang dengan vegetasi minim, memperkuat kesan situasi yang rawan.
Sejumlah warga mengaku resah. Mereka khawatir paparan asap berdampak pada kesehatan, terutama gangguan pernapasan. Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan terjadinya ledakan atau kebakaran susulan jika fenomena tersebut terus berlanjut.
“Pagi tadi salah seorang warga mengirimkan video yang memperlihatkan kepulan asap tebal yang keluar dari galian tambang batubara di Km 171 Satui Barat. Pertanyaannya, apakah paparan asap tersebut aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aktivitas tambang?” demikian kutipan keterangan dalam unggahan tersebut.
Beberapa warga juga mengaku sudah lama mencium aroma tidak sedap saat melintas di kawasan itu, bahkan sebelum asap tampak jelas. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti munculnya kepulan asap tersebut.
Secara teknis, fenomena ini diduga berkaitan dengan spontaneous combustion atau pembakaran spontan, yakni proses ketika material seperti batubara mengalami peningkatan suhu dan terbakar secara alami tanpa sumber api eksternal. Meski demikian, dugaan tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari perusahaan pengelola tambang maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan di lapangan. Warga berharap ada transparansi informasi serta langkah penanganan cepat guna memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat di sekitar area tambang.
Pemerintah daerah dan pihak perusahaan diharapkan segera memberikan klarifikasi agar tidak muncul spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.”(TIM)













